Postur tubuh sering dianggap sepele, padahal kebiasaan duduk, berdiri, atau berjalan dengan posisi yang salah bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Salah satu dampak yang paling sering di rasakan adalah nyeri otot. Banyak orang mengira nyeri ini hanya akibat kelelahan biasa, padahal akar masalahnya bisa berasal dari postur tubuh yang buruk dan di lakukan terus-menerus tanpa di sadari.
Menurut berbagai referensi kesehatan internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Mayo Clinic, postur tubuh yang tidak ideal dapat memberikan tekanan berlebih pada otot, sendi, dan ligamen. Jika di biarkan, kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga berpotensi menjadi nyeri kronis.
Apa Itu Postur Tubuh yang Buruk?
Postur tubuh yang buruk adalah kondisi ketika posisi tubuh tidak sejajar secara alami saat duduk, berdiri, atau bergerak. Contohnya seperti membungkuk saat duduk di depan laptop, kepala terlalu maju ke depan saat bermain ponsel, atau berdiri dengan berat badan bertumpu di satu sisi saja.
Dalam jangka pendek, postur tubuh yang salah mungkin tidak langsung terasa dampaknya. Namun, jika di lakukan setiap hari selama berjam-jam, otot akan bekerja lebih keras dari seharusnya. Inilah yang kemudian memicu ketegangan dan nyeri otot.
Hubungan Postur Tubuh dengan Nyeri Otot
Berdasarkan studi yang di publikasikan dalam jurnal kesehatan muskuloskeletal internasional, postur tubuh yang buruk mengubah distribusi beban tubuh. Akibatnya, beberapa otot menjadi terlalu tegang, sementara otot lain justru melemah.
Ketidakseimbangan ini membuat tubuh kehilangan efisiensinya dalam bergerak. Otot yang seharusnya rileks malah terus berkontraksi, sehingga aliran darah berkurang dan menimbulkan rasa nyeri, kaku, bahkan sensasi terbakar.
Baca Juga:
Ternyata Ini Penyebab Tubuh Cepat Lelah Meski Tidak Banyak Aktivitas
Jenis Nyeri Otot Akibat Postur yang Salah
Nyeri Leher dan Bahu
Nyeri leher dan bahu adalah keluhan paling umum akibat postur tubuh yang buruk. Posisi kepala yang terlalu maju ke depan, sering di sebut sebagai forward head posture, memberikan tekanan ekstra pada otot leher dan bahu. Setiap 2–3 cm kepala bergerak ke depan, beban yang di tanggung otot leher bisa meningkat beberapa kilogram.
Tak heran jika banyak pekerja kantoran atau pelajar mengeluhkan leher kaku dan bahu terasa berat setelah duduk lama.
Nyeri Punggung Atas dan Bawah
Postur duduk membungkuk membuat tulang belakang kehilangan kurva alaminya. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu nyeri punggung atas maupun bawah. Referensi dari American Chiropractic Association menyebutkan bahwa duduk dengan postur buruk selama lebih dari 6 jam sehari meningkatkan risiko nyeri punggung kronis.
Nyeri Pinggang
Pinggang adalah area yang sangat sensitif terhadap perubahan postur. Duduk tanpa sandaran yang baik atau berdiri terlalu lama dengan posisi tidak seimbang bisa membuat otot pinggang bekerja berlebihan. Akibatnya, muncul nyeri tumpul hingga tajam yang mengganggu aktivitas harian.
Faktor yang Memperparah Postur Tubuh Buruk
Kebiasaan Duduk Terlalu Lama
Gaya hidup modern membuat banyak orang duduk berjam-jam di depan layar. Tanpa di sadari, posisi duduk yang salah menjadi kebiasaan. Otot inti melemah, sementara otot punggung dan leher terus menahan beban.
Penggunaan Gadget Berlebihan
Fenomena text neck semakin sering terjadi, terutama pada generasi muda. Menunduk terlalu lama saat bermain ponsel memberi tekanan besar pada tulang leher dan otot sekitarnya. Beberapa penelitian medis menunjukkan bahwa kebiasaan ini bisa mempercepat kelelahan otot dan nyeri leher.
Kurangnya Aktivitas Fisik
Otot yang jarang di gunakan cenderung melemah. Saat otot inti dan punggung tidak cukup kuat, tubuh sulit mempertahankan postur yang baik. Akibatnya, posisi tubuh menjadi asal-asalan dan memicu nyeri otot.
Dampak Jangka Panjang Jika Dibiarkan
Postur tubuh yang buruk bukan hanya soal nyeri sementara. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan perubahan struktur tulang belakang, penekanan saraf, hingga gangguan mobilitas. Beberapa laporan klinis dari rumah sakit ortopedi menyebutkan bahwa pasien dengan nyeri otot kronis sering memiliki riwayat postur tubuh yang tidak ideal selama bertahun-tahun.
Selain itu, nyeri yang terus-menerus juga dapat menurunkan kualitas tidur, konsentrasi, dan produktivitas sehari-hari.
Cara Sederhana Memperbaiki Postur Tubuh
Perbaiki Posisi Duduk
Pastikan punggung tetap tegak dengan bahu rileks. Gunakan kursi dengan sandaran yang menopang punggung bawah. Layar komputer sebaiknya sejajar dengan pandangan mata agar leher tidak menunduk.
Sering Bergerak dan Peregangan
Setiap 30–60 menit, luangkan waktu untuk berdiri, berjalan ringan, atau melakukan peregangan sederhana. Referensi dari Harvard Medical School menyarankan peregangan rutin untuk menjaga fleksibilitas otot dan mengurangi ketegangan akibat postur statis.
Perhatikan Posisi Saat Menggunakan Ponsel
Cobalah mengangkat ponsel sejajar dengan mata, bukan menundukkan kepala. Kebiasaan kecil ini sangat membantu mengurangi tekanan pada leher dan bahu.
Latihan Penguatan Otot
Latihan yang menargetkan otot inti, punggung, dan bahu dapat membantu tubuh mempertahankan postur yang baik. Tidak perlu latihan berat, gerakan sederhana seperti plank atau wall sit sudah cukup efektif jika di lakukan rutin.
Peran Kesadaran dalam Menjaga Postur Tubuh
Kesadaran adalah kunci utama. Tanpa disadari, banyak orang kembali ke postur lama yang salah meski sudah tahu dampaknya. Beberapa ahli fisioterapi menyarankan penggunaan pengingat postur atau alarm ringan sebagai pengingat untuk memperbaiki posisi tubuh.
Dengan membiasakan postur yang baik sejak dini, risiko nyeri otot bisa di tekan secara signifikan. Tubuh pun terasa lebih ringan, nyaman, dan siap menjalani aktivitas sehari-hari tanpa gangguan rasa sakit.
