Pernah membayangkan bangun tidur tiba‑tiba logat bicara kamu berubah seperti orang dari negara lain? Itulah realitas yang di alami oleh beberapa penderita Foreign Accent Syndrome (FAS). FAS adalah kondisi sangat langka di mana seseorang masih berbicara dalam bahasa yang sama, tetapi logatnya berubah sampai terdengar seperti aksen asing, padahal mereka tidak pernah tinggal atau belajar bahasa itu sebelumnya.
Kasus FAS pertama kali di catat oleh seorang neurolog Perancis pada tahun 1907. Sejak itu, jumlah kasus yang di laporkan di dunia hanya sedikit, kira‑kira sekitar seratus orang saja.
Ciri dan Perubahan Bicara Penderita
Orang dengan FAS tetap menggunakan bahasa ibu mereka, tetapi cara mereka mengucapkan kata‑kata berubah secara signifikan. Beberapa perubahan yang biasa terjadi termasuk:
-
Intonasi dan ritme bicara yang terdengar asing.
-
Perubahan pengucapan huruf vokal dan konsonan sehingga terdengar seperti dialek lain.
-
Kesulitan mengucapkan kata sederhana seperti biasa.
Misalnya, pada kasus nyata, seseorang bisa berbicara bahasa Inggris dengan logat yang terdengar seperti Skotlandia, Swedia, atau bahkan bahasa lain yang sama sekali tidak pernah mereka pelajari sebelumnya.
Baca Juga:
6 Penyakit Misterius yang Masih Belum Terpecahkan Oleh Pakar Kedokteran
Penyebab FAS: Lebih dari Sekadar “Logat Aneh”
Cedera Otak & Stroke
Penyebab paling umum FAS berkaitan dengan kerusakan pada otak, terutama area yang mengatur produksi dan ritme bicara. Jika bagian ini terkena stroke atau trauma kepala, aliran syaraf yang memengaruhi suara dan intonasi bisa terganggu.
Contohnya, banyak penderita FAS sebelumnya di diagnosis mengalami stroke atau memiliki riwayat cedera otak sebelum logat bicara mereka berubah.
Kondisi Neurologis Lain
Selain stroke, kondisi seperti multiple sclerosis atau tumor di otak juga bisa memicu FAS. Dalam beberapa kasus langka, gangguan neurologis seperti gangguan fungsi syaraf membuat bagian otak yang mengatur bicara berfungsi tidak normal.
Faktor Psikogenik
Tidak semua FAS di sebabkan oleh kerusakan fisik di otak. Ada pula kasus di mana kondisi ini muncul akibat gangguan psikologis atau emosional, tanpa bukti adanya kerusakan struktural di otak. Ini di sebut FAS tipe psiko atau functional foreign accent syndrome.
Walau terdengar aneh, kasus psiko ini pernah tercatat terjadi setelah penderita mengalami stres berat atau trauma emosional.
Kasus‑Kasus Nyata yang Bikin Geleng Kepala
Beberapa cerita penderita FAS benar‑benar mengejutkan:
-
Seorang wanita Inggris berusia 60 tahun tiba‑tiba berbicara dengan aksen Swedia setelah mengalami masalah kesehatan seperti serangan jantung dan di duga stroke sebelumnya. Meskipun dia tidak pernah berkunjung ke Swedia, keluarga dan dokternya mendengar perubahan jelas dalam logatnya.
-
Ada juga kasus di mana seseorang yang berbicara bahasa Inggris lama tiba‑tiba terdengar seperti berbicara dengan logat lain yang tidak spesifik secara geografis karena perubahan dalam cara mereka mengucapkan fonem dan ritme bicara.
Cerita‑cerita ini sering kali di barengi dengan kebingungan sosial dan emosional bagi penderita, karena perubahan suara membuat orang lain bereaksi tak biasa dan kadang membuat penderitanya merasa kehilangan identitas awal mereka.
Bagaimana FAS Dideteksi dan Diobati?
Identifikasi FAS biasanya di awali dengan pemeriksaan neurologis dan pemetaan otak, terutama setelah ada riwayat stroke atau trauma kepala. Karena penyebabnya beragam, tim dokter sering membutuhkan pendekatan multidisiplin antara neurolog, ahli bahasa, dan terapis wicara untuk menganalisis pola bicara penderita secara mendalam.
Terapi Wicara
Salah satu cara yang efektif untuk membantu penderita adalah melalui terapi wicara. Terapis akan melatih kembali cara pengucapan, ritme, dan artikulasi agar lebih mendekati suara asli penderita sebelum FAS.
Pendekatan Psikologis
Untuk tipe FAS yang di picu oleh faktor psikogenik, pendekatan konseling atau psikoterapi membantu penderita menavigasi perubahan emosional dan berbicara dengan cara baru yang mereka alami.
Kenapa Ini Jadi Topik yang Menarik Banyak Orang?
Walau sangat jarang, FAS tetap jadi fenomena yang menarik karena menunjukkan betapa kompleksnya otak manusia. Suatu perubahan mikro dalam cara syaraf mengatur logat bisa membuat suara seseorang terdengar seperti berasal dari budaya lain, tanpa alasan linguistik yang jelas.
Ceritanya bukan hanya aneh secara medis, tetapi juga menggugah soal identitas dan cara kita memandang hubungan antara otak, bahasa, dan diri sendiri.
