Seringkali kita menganggap dehidrasi hanya terjadi ketika haus, padahal tubuh bisa kehilangan cairan tanpa kita sadari. Kondisi ini memengaruhi berbagai fungsi tubuh, mulai dari kulit, energi, hingga konsentrasi otak. Mengetahui tanda tubuh mengalami dehidrasi lebih awal membantu mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.
1. Mulut Kering atau Rasa Lengket di Lidah
Mulut kering adalah salah satu tanda tubuh mengalami dehidrasi yang paling mudah dikenali. Walau tidak merasa haus, lapisan mukosa di mulut bisa mulai kekurangan cairan. Kondisi ini sering muncul di pagi hari saat kita bangun tidur, atau setelah melakukan aktivitas ringan tanpa minum cukup air.
Tips: Selalu siapkan air putih di meja kerja atau tas, dan kumur dengan air jika mulut terasa kering. Mengunyah permen tanpa gula juga bisa merangsang produksi air liur.
2. Kulit Tampak Kering dan Kurang Elastis
Kulit yang kekurangan cairan cenderung kering, kusam, dan kurang elastis. Cara sederhana untuk mengecek elastisitas kulit adalah dengan mencubit perlahan kulit di punggung tangan. Jika kulit lambat kembali ke posisi semula, kemungkinan tubuh sedang dehidrasi.
Selain itu, kulit kering membuat garis halus lebih terlihat dan meningkatkan risiko iritasi, terutama pada orang dengan kulit sensitif.
3. Sering Merasa Lelah atau Lesu
Dehidrasi memengaruhi aliran darah dan suplai oksigen ke otot dan otak. Akibatnya, tubuh bisa merasa lelah atau lesu meski aktivitasnya ringan. Kondisi ini sering diabaikan karena dianggap akibat kurang tidur atau stress.
Tips: Jika sering lelah di siang hari, minum segelas air bisa membantu menyegarkan tubuh sebelum memilih kopi atau minuman berkafein.
4. Pusing atau Sakit Kepala Ringan
Kurangnya cairan dapat menurunkan volume darah dan tekanan darah, sehingga memicu pusing atau sakit kepala ringan. Gejala ini biasanya muncul saat kita terlalu fokus bekerja di depan layar komputer, berada di ruangan ber-AC, atau sedang berkendara di siang hari yang panas.
Tips: Minum air secara berkala dan lakukan peregangan ringan untuk meningkatkan sirkulasi darah.
Baca Juga: 7 Kesalahan Pola Makan yang Sering Dianggap Benar tapi Merugikan Kesehatan
5. Jarang Buang Air Kecil atau Urine Berwarna Gelap
Jumlah dan warna urine merupakan indikator penting hidrasi tubuh. Jika frekuensi buang air kecil menurun atau urine berwarna kuning gelap sampai kecokelatan, tubuh kemungkinan mengalami dehidrasi.
Tips: Usahakan urine berwarna kuning pucat. Jika terlalu gelap, segera tingkatkan konsumsi air. Mengonsumsi buah kaya air juga membantu menjaga hidrasi.
6. Mata Terasa Kering atau Sedikit Memerah
Kurangnya cairan memengaruhi kelembapan mata, membuat mata terasa kering, berat, atau sedikit memerah. Ini biasanya diperparah saat menatap layar gadget atau bekerja di ruangan dengan sirkulasi udara kering.
Tips: Gunakan tetes mata buatan untuk sementara dan pastikan minum cukup air. Ambil jeda setiap 1–2 jam untuk mengistirahatkan mata.
7. Mulut Berbau Tidak Sedap
Dehidrasi mengurangi produksi air liur yang berfungsi membersihkan sisa makanan dan bakteri di mulut. Akibatnya, mulut bisa berbau tidak sedap meski rutin menggosok gigi.
Tips: Minum air secara berkala, kunyah permen tanpa gula, dan jangan lupakan pembersihan lidah saat sikat gigi.
8. Kram Otot atau Nyeri Ringan
Air penting untuk kontraksi otot yang optimal. Kekurangan cairan dapat membuat otot lebih mudah kram atau terasa nyeri ringan bahkan setelah aktivitas ringan.
Tips: Selain minum air, konsumsi makanan yang kaya elektrolit seperti pisang, alpukat, atau air kelapa untuk membantu otot tetap berfungsi normal.
9. Konsentrasi Menurun atau Mudah Lupa
Otak membutuhkan hidrasi agar bisa bekerja optimal. Kekurangan cairan bahkan ringan bisa menurunkan fokus, konsentrasi, dan daya ingat. Beberapa studi menunjukkan dehidrasi ringan bisa memengaruhi suasana hati dan produktivitas sehari-hari.
Tips: Minum segelas air sebelum memulai pekerjaan atau belajar dapat membantu meningkatkan fokus dan energi mental.
10. Denyut Jantung Lebih Cepat dari Biasanya
Dehidrasi menurunkan volume darah, sehingga jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Jika denyut jantung terasa lebih cepat atau tidak normal setelah aktivitas ringan, ini bisa menjadi sinyal tubuh kekurangan cairan.
Tips: Perhatikan tubuh saat berolahraga, minum air sebelum, saat, dan setelah latihan untuk menjaga denyut jantung tetap stabil.
